Jumlah kata: 1.167 kata
Mulai tahun ini, saya ingin berbagi buku-buku yang saya baca. Sebenarnya saya lebih banyak membaca komik, sih, terutama komik Jepang. Karena ini masih awal tahun, saya akan mulai dengan buku-buku paling menyenangkan buat saya tahun lalu. Tulisan ini sifatnya buat kesenangan saya saja, ya.
© 2022 Cerita Jani_ oleh Jani Hakim. Sumber: ceritajani titik denganjudul titik page.
Sampai saya menulis ini (15 Januari 2022), saya duga buku ini belum bisa ditemukan di toko buku besar. Saya membeli buku ini di gelaran patjarmerah kaget #parafrasa pada akhir November 2021 lalu. Buku ini adalah proyek Komunitas Lakoat.Kujawas. Sejak melihat buku ini di media sosial Dicky Senda, saya sudah penasaran dengan apa yang ditawarkan oleh isinya.
Membaca buku ini rasanya seperti sedang membaca mitologi Mollo. Tema utamanya memang mengeksplorasi Mollo dan ditulis oleh remaja di komunitas ini. Terdiri dari cerita-cerita pendek yang menggambarkan orang-orang Mollo dengan alam mereka. Seperti mitologi lain yang pernah saya baca, cerita-cerita di buku ini banyak menggunakan unsur-unsur alam yang dipersonifikasi. Paling banyak menemukan cerita tentang batu dan roh yang berdiam di dalam pohon. Favorit saya adalah cerita yang berjudul sama dengan bukunya, Dongeng dari Nunuh Haumeni.
Buat saya ini buku yang menyenangkan. Dengan jumlah halaman 141, bisa dibilang buku ini tipis dan bisa selesai dalam sekali duduk, tapi saya cukup kesulitan menyelesaikannya karena beberapa cerita menggunakan bahasa Mollo. Saya mesti menebak-nebak artinya dan entah tebakan saya tepat atau tidak.
Buku ini juga memiliki ilustrasi di dalamnya. Saya cukup kaget karena di sampul tidak ada keterangan kalau buku ini berilustrasi. Benar-benar buku yang memanjakan mata lewat ilustrasi dan gambaran tentang alam dan kehidupan adat Mollo.
© 2022 Cerita Jani_ oleh Jani Hakim. Sumber: ceritajani titik denganjudul titik page.
Anthony Horowitz adalah seorang penulis Inggris yang juga sudah menulis beberapa skenario. Jujur, saya tidak akrab dengan nama penulis ini, tapi jika dicek melalui situs pencarian ternyata karyanya sudah banyak dan temanya kebanyakan adalah detektif. Buku ini pun bertema detektif. Dari segi plot, cerita detektif di buku ini tidak jauh beda dengan cerita detektif yang ada di pasaran. Yang membuat saya terpikat pada buku ini adalah sudut pandang pencerita atau narator. Horowitz memasukkan dirinya sendiri (dirinya yang nyata, sebagai Anthony Horowitz) ke dalam cerita. Horowitz sebagai narator mengingatkan pada karakter John Watson dalam Sherlock Holmes. Perbedaan besarnya tentu Watson adalah karakter fiksi di dalam cerita. Horowitz sendiri pernah ditunjuk oleh Conan Doyle Estate untuk menulis novel Sherlock Holmes.
Alur yang digunakan adalah Horowitz mengikuti Detektif Hawthorne (protagonis utama) memecahkan suatu kasus yang nantinya akan dibukukan. Jadi, The Word is Murder adalah hasil dari Horowitz mengekor Hawthorne dalam menginvestigasi kasus pembunuhan. Dalam buku ini saya mendapat kesan Detektif Hawthorne, yang seorang karakter fiksi, dimasukkan ke dunia nyata oleh Horowitz walau yang sebenarnya adalah kebalikannya.
Saya benar-benar suka dengan gaya Horowitz sebagai narator cerita. Caranya mengeksekusi dirinya sendiri sebagai karakter dalam cerita membuat saya terpukau. Buat saya Horowitz berhasil menunjukkan kalau dirinya narator dengan sudut pandang pertama, tapi dia bukan protagonis cerita ini. Protagonis cerita tetap diperankan oleh Hawthorne yang karakter fiksi. Hal yang saya tidak sukai dari buku ini adalah karena sudut pandang cerita yang digunakan Horowitz tersebut, perbedaan semesta fiksi dan nyata terasa begitu tipis. Ditambah Horowitz memasukkan banyak nama-nama terkenal, referensi judul-judul karya buku, film, serial televisi, ke dalam ceritanya. Dalam kasus pertama Detektif Hawthorne ini pun, korban pembunuhan adalah ibu seorang aktor yang sedang naik daun. Saya berkali-kali mengecek karena penasaran apakah aktor ini aktor sungguhan, atau mungkin Horowitz menggunakan kasus sungguhan sebagai dasar ceritanya.
© 2022 Cerita Jani_ oleh Jani Hakim. Sumber: ceritajani titik denganjudul titik page.
Tadinya saya berniat membaca versi bahasa Jepang, tapi tidak menemukannya di situs penjual buku digital langganan saya. Di situs tersebut hanya tersedia versi komik. Akhirnya saya membaca versi terjemahan Bahasa Inggris oleh Bruno Navasky.
Ini bacaan ringan tentang seorang anak laki-laki usia 15 tahun yang sedang belajar tentang hidup dan kehidupan. Membaca setengah buku ini saya pikir saya tidak akan menemukan konflik sama sekali karena nuansa cerita yang menonjolkan hubungan antarmanusia dan saling mengasihi pada sesama, tapi dugaan itu keliru. Konflik yang digambarkan dalam cerita ini begitu sederhana dan konflik khas anak-anak. Penyelesaian konflik pun begitu ringan dan menyenangkan.
Tahun 2021 adalah tahun kedua pandemi. Banyak yang berubah dalam keseharian saya. Pertanyaan di akhir buku, yang juga adalah judul buku, membuat saya memikirkan berulang kali cara hidup saya selama ini.
君たちはどう生きるか?
© 2022 Cerita Jani_ oleh Jani Hakim. Sumber: ceritajani titik denganjudul titik page.
Saya mengikuti judul ini sejak awal penerbitannya di tahun 2006. Cerita seorang butler dengan majikan muda yang ingin balas dendam pada orang-orang yang menghabisi orangtuanya. Awalnya saya membaca versi terjemahan Bahasa Indonesia, kemudian di pertengahan saya memilih membaca versi asli berbahasa Jepang. Selama tiga tahun terakhir saya berhenti mengikuti komik ini karena pandemi membuat saya terpaksa lebih irit. Awal tahun 2021, Kuroshitsuji akhirnya rilis secara digital di berbagai platform. Terus terang saya selalu iri karena begitu banyak pilihan dan akses untuk membaca komik-komik Jepang ini. Beberapa situs yang saya tahu menyediakan akses komik atau buku digital dan legal adalah honto titik jp, LINE Manga (berbeda dengan LINE Webtoon Indonesia), bookwalker titik jp (ini langganan saya), dan tentu saja amazon titik co titik jp (berbeda dengan amazon titik com). Ketika rilis Kuroshitsuji tersebut, semua volume 1-30 (volume paling mutakhir yang telah terbit saat itu) bisa diakses di semua situs-situs tadi dengan gratis selama beberapa hari. Tentu peluang yang saya manfaatkan untuk mengejar ketertinggalan saya mengikuti komik ini.
Meski tidak mengikuti ceritanya sejak 2019, saya mendapat cuilan-cuilan cerita baik dengan sengaja mencari sendiri atau tidak sengaja muncul di media sosial saya (kebetulan yang menyebalkan). Saya tahu ada alur yang cukup menggemparkan dalam komik ini ditambah tewasnya seorang karakter yang cukup populer. Ketika akhirnya membaca utuh sejak volume terakhir yang saya tinggalkan, saya pikir saya tidak akan kaget lagi karena sudah tahu alur cerita yang saya dapat dari bocoran-bocoran itu, ternyata tetap saja saya terkaget-kaget mengikuti alur ini. Tetap dengan gambar Toboso-sensei yang semakin waktu semakin bikin kagum. Buat saya inilah kesenangan membaca komik atau cerita berseri. Adegan yang digambar bertahun-tahun lalu dijadikan kejutan di masa mendatang. Dan dengan kreativitas pembuatnya bisa masuk menjadi cabang cerita baru.
Itulah bacaan-bacaan yang paling berkesan dan menyenangkan untuk saya tahun lalu. Saya memang lebih banyak membaca fiksi dan lebih sering membaca buku digital. Tempat tinggal saya pernah kebanjiran beberapa kali dan tiap kali banjir parah saya selalu kehilangan beberapa koleksi buku saya. Ini adalah alasan utama yang membuat saya membaca buku digital selain alasan-alasan lain seperti kemudahan akses.
Mungkin nantinya saya tidak hanya membagikan buku-buku yang saya baca, tapi juga hal-hal lain yang berhubungan dengan hal-hal yang saya sukai dan kebalikannya. Post ini sengaja saya sembunyikan dari post karangan-karangan di halaman utama.
Januari 2022
Jun 2025
Salah satu titik fokus yang saya perhatikan saat membaca novel, cerpen, atau karya fiksi lain adalah SIAPA yang sedang bercerita? Perempuan di Titik Nol bisa jadi contoh bagus bagaimana cerita milik tokoh sampai kepada pembaca.
Jul 2023
Narator cerita adalah George Bowling, seorang suami, ayah dua anak, yang bekerja sebagai agen asuransi. Diceritakan George punya kelebihan uang yang tidak diketahui Hilda, istrinya, dan hendak menghabiskan uang itu tanpa sepengetahuan Hilda. Sambil menentukan akan ia gunakan untuk apa lebihan uang itu, George bernostalgia membayangkan masa-masa hidupnya dari kecil hingga akhirnya menjadi agen asuransi.
Cerita Jani_