Jumlah kata: 592 kata
Ada raksasa di ujung jalan. Sering ada orang tergeletak di tengah jalan. Katanya gara-gara raksasa itu.
Ada yang pernah sampai di ujung jalan. Katanya dia sudah lihat raksasa itu. Besar, matanya putih, tidak punya telinga.
Banyak yang percaya orang yang sudah pernah sampai di ujung jalan. Banyak yang tidak percaya orang yang sudah pernah sampai di ujung jalan. Percaya atau tidak percaya, orang-orang tetap takut pergi ke ujung jalan.
Hari ini ada orang telungkup di tengah jalan. Orang itu tidak gerak. Orang-orang lain menonton dari pinggir jalan, tidak berani dekat-dekat.
Orang itu bangun sendiri. Di mana! Siapa! Kapan! Ia teriak-teriak. Tidak ada yang jawab.
Ada wanita kasihan pada orang itu. Kamu di tengah jalan. Saya mau tolong kamu. Sekarang hari Rabu.
Saya baru lihat raksasa! Orang itu teriak lagi. Orang-orang di pinggir jalan pada mundur.
Raksasanya seperti apa? tanya si wanita. Orang di tengah jalan tidak jawab. Saya takut, kata orang itu.
Saya juga takut dengan raksasa, tapi tenang saja. Raksasa tidak pernah pergi dari ujung jalan itu. Makanya, kami juga tidak pernah pergi ke ujung jalan.
Orang itu manggut-manggut. Si wanita menggenggam tangannya. Orang itu kaget. Kenapa tangan saya dipegang?
Mari ke tepi jalan. Tidak ada raksasa di tepi jalan, kata si wanita.
© 2022 Cerita Jani_ oleh Jani Hakim. Sumber: ceritajani titik denganjudul titik page.
Orang itu menoleh ke tepi jalan. Tapi saya takut dengan orang-orang itu. Ia menunjuk orang-orang di pinggir jalan.
Mana yang lebih seram, raksasa di ujung jalan atau orang-orang di pinggir jalan?
Raksasa seram, tapi hanya satu. Orang-orang di situ tidak seram, tapi ada banyak. Orang itu melepas tangannya dari si wanita. Saya mau sama raksasa saja.
Orang itu lari dan si wanita tidak berani mengejar.
Setelah orang itu pergi, orang-orang di pinggir jalan maju lagi. Sudah biarkan saja dia bersama si raksasa.
Kalau dia sampai dimakan si raksasa bagaimana?
Raksasa itu tidak berani makan orang. Dia saja tidak berani pergi dari ujung jalan.
Raksasa sedang duduk di ujung jalan. Ia melihat orang itu berjalan. Kenapa kamu datang lagi? Raksasa berdiri. Orang itu menciut.
Raksasa, biarkan aku bersamamu di ujung jalan. Aku tidak mau tinggal dengan orang-orang itu.
Raksasa tidak mau tinggal bersama orang lain. Tangannya mengayun. Orang itu kembali terlempar ke tengah jalan.
Di mana! Siapa! Kapan!
Di tengah jalan. Sekarang hari Rabu. Sudah, kamu ikut dengan saya saja. Si wanita mengajaknya lagi.
Tidak! Saya mau sama raksasa! Orang itu lari lagi ke ujung jalan.
Raksasa melemparnya lagi ke tengah jalan.
Lari lagi ke ujung jalan.
Dilempar balik lagi ke tengah jalan. Orang itu ingin mencoba ke ujung jalan lagi, tapi dicegah si wanita. Coba aku yang ke sana, kata si wanita.
Kamu tidak takut?
Takut, tapi saya jadi penasaran dengan raksasa itu setelah lihat kamu.
Ada orang! Ada orang! Raksasa jerit-jerit sendirian ketika wanita itu datang. Kamu pasti datang gara-gara orang yang tadi! Kalau bukan karena orang yang tadi, kamu pasti tidak datang ke ujung jalan.
Si wanita melihat raksasa di ujung jalan. Memang besar, memang matanya putih, dan memang tidak ada telinganya.
Kenapa orang itu ingin bersamamu, Raksasa?
Tanya dia! Aku juga tidak tahu! Kalian orang-orang aneh!
Si wanita mengamati raksasa. Menurutmu, raksasa tidak aneh? Duduk sendirian di ujung jalan?
Ya, ya, ya. Raksasa lebih aneh dari kalian. Kamu pernah lihat raksasa di ujung jalan yang satu lagi?
Ada raksasa yang lain?
Selalu ada satu raksasa di satu ujung jalan. Tidak boleh ada dua raksasa. Karena itu orang itu tidak boleh bersamaku.
Tapi dia bukan raksasa.
Dia boleh jadi raksasa di ujung jalan ini kalau aku sudah tidak mau jadi raksasa di sini.
Februari 2022
Nov 2021
Jika kau ingin menjadi pahlawan, datanglah ke kota ini. Siapa pun yang bisa menerbangkan layangan di kota ini akan dielu-elukan sebagai pahlawan.
Okt 2021
Ayahku adalah seorang penyair meski bukan penyair terkenal. Kau tidak akan menemukan syairnya dicetak dalam buku-buku bersampul mengilap. Ia juga bukan penyair dengan banyak pengikut di sosial media. Tapi dia penyair.
Cerita Jani_