Jani Hakim

by Jani Hakim

Menyulam cerita

Siapa Lebih Tinggi?

Jumlah kata: 443 kata

Saya membayangkan seperti apa kalau pembicaraan antara langit dan manusia. Iya, jadinya sangat halu dan abstrak 🤣


Seorang manusia mendongak dan bertanya ke langit, “Wahai langit, apa yang lebih tinggi darimu?”

Langit menunduk, kemudian menjawab takut-takut:

“Kamu?”

Manusia tidak terima. Ia terbang ke langit. “Apa katamu?”

Langit semakin takut. “Eh, memang begitu, kan?”

“Apa buktinya? Siapa yang bilang begitu?”

“Coba kamu ingat lagi. Apa saja yang kamu lakukan sampai aku bisa bilang kamu lebih tinggi dariku.”

© 2021 Cerita Jani_ oleh Jani Hakim. Sumber: ceritajani titik denganjudul titik page.

Manusia berjalan bolak-balik di langit sambil berpikir. Kenapa Langit bilang dirinya lebih tinggi dari langit? Bagaimana bisa seorang manusia lebih tinggi dari langit? “Oh, aku tahu,” jawab manusia. “Apa ini karena kemarin aku bilang aku bisa pergi ke mana pun yang kumau sementara kamu di sini-sini saja? Tidak bisa ke mana-mana?”

“Menurutmu karena itu aku bilang kamu lebih tinggi dariku?”

“Bukan yang itu? Lalu yang mana?” Manusia berpikir lagi.

“Memangnya untuk apa kamu menanyakan siapa yang lebih tinggi dariku?”

“Aku hanya ingin tahu apa ada yang lebih tinggi darimu.”

“Coba kutebak,” ujar Langit. “Kamu ingin pergi lebih ke tempat yang tinggi lagi dari langit?”

Manusia itu cengengesan. “Kamu memang hebat, Langit! Selalu serbatahu!” Tapi wajahnya berkerut lagi, “Makanya, kenapa kamu bilang aku lebih tinggi darimu?”

“Kamu memang lebih tinggi dariku, kok. Kamu saja tidak sadar.”

Telunjuk si manusia menunjuk ke langit yang lebih tinggi lagi. “Tapi, lihat! Jauh di atas sana masih tetap langit, kan?” Manusia itu terbang lebih tinggi lagi. “Aku tidak mungkin bisa lebih tinggi dari ini.”

“Kamu tetap bisa lebih tinggi.”

Manusia itu terbang lebih tinggi lagi dan Langit tetap berada di sisinya. “Tuh, kan! Kamu masih di sampingku!”

“Percaya padaku. Kamu lebih tinggi dariku.”

Manusia terus terbang sampai akhirnya ia tidak melihat langit lagi. Ia mulai ketakutan karena tidak ada siapa pun di dekatnya. “Langit? Kamu di mana?”

Tiba-tiba ada suara menggelegar. “Sedang apa kamu di sini?!”

Manusia kaget dan cepat-cepat turun. Ketika melihat langit lagi, ia berkata dengan semangat. “Langit! Ternyata ada yang lebih tinggi darimu! Siapa dia? Aku ingin bertemu lagi dengannya!”

Langit berembus pelan. “Kamu tidak sadar? Dia adalah dirimu sendiri.”

“Bicara apa kamu, Langit? Aku tidak mengerti.”

“Kalau kamu tidak percaya, coba saja kamu terbang lagi.”

Manusia terbang lagi meninggalkan langit. Tapi kali ini ia tidak pernah tiba di tempat itu lagi. Karena lelah, ia turun kembali.

Ia merasa sudah turun cukup jauh, namun tidak pernah tiba lagi di langit. “Langit? Di mana kamu?”

Tidak ada jawaban. Manusia turun lagi. Ia tetap tidak tiba juga di langit.

Sementara itu Langit menonton manusia itu dari jauh. Bertambah satu lagi manusia yang tersesat dalam dirinya sendiri, batin Langit.

Mei 2021


Berbagi dengan Semut

Apr 2021

Pernahkah kamu membunuh semut? Aku yakin, walaupun kamu mengaku sebagai orang yang paling cinta damai sekali pun, kamu pasti pernah membunuh seekor semut. Tidak, aku tidak percaya kalaupun kamu jawab tidak pernah.

Cerita Jani_