by Jani Hakim

Menyulam cerita

Cerita Pertama

Jumlah kata: 431 kata

Saya baru menonton The First SLAM DUNK, film animasi berdasarkan komik SLAM DUNK.

Buat saya SLAM DUNK punya tempat tersendiri. Komik bergaya shonen yang pertama kali saya ikuti, komik bertema olahraga yang pertama kali saya ikuti. Tahun-tahun saya mengikuti SLAM DUNK adalah masa-masa sekolah, tepatnya SMP. Saya ingat menjauhi teman saya, sesama pembaca SLAM DUNK, karena dia sudah membaca lebih dulu volume terakhirnya, pertandingan Shohoku lawan Sannoh dan saya tidak mau mendengar bocoran cerita dari dia.

Film ini mengambil latar pertandingan terakhir Shohoku itu. Pertandingan melawan Sannoh bukanlah pertandingan final Inter-High. Tapi, sepanjang membaca komik, pertandingan ini jadi pertandingan Shohoku paling intens. Tim yang baru masuk Inter-High satu kali melawan tim langganan juara selama bertahun-tahun.

Di komik, karakter utama adalah Sakuragi Hanamichi. Karakter yang tidak akan bisa dilepaskan dari SLAM DUNK dengan rambut merahnya, yang kebetulan amat cocok dengan seragam Shohoku. Tapi, di film ini, karakter utama adalah Miyagi Ryota. Sejak awal promosi film ini, saya selalu penasaran kenapa selalu Ryota yang disebut paling depan, dan bukannya Hanamichi. Cerita yang sama, karakter utama yang berbeda.

Film dimulai dengan Ryota (Nakamura Shugo) berlatih dengan kakaknya, Sota (Kajiwara Gakuto). Alurnya bergulir maju-mundur antara pertandingan Shohoku dan cerita keluarga Ryota. Semua cerita keluarga Ryota sama sekali tidak ada di komik atau serial animasi.

Saya merinding dari awal film dimulai sampai film berakhir. Ada perasaan nostalgia sekaligus heran dan senang. Animasi untuk adegan pertandingan basket tidak menggunakan teknik gambar tangan, jadi animasinya lebih banyak bergerak dibandingkan serial animasi tahun 90-an. Teknik gambar tangan tetap dipakai pada adegan-adegan tertentu. Sepanjang film saya terbayang panel-panel komiknya dan membandingkannya dengan adegan film. Sama sekali tidak menyangka saya sanggup mengingat panel-panel itu padahal terakhir kali saya baca SLAM DUNK sudah sekitar sepuluh tahun lalu.

Nostalgia, tapi terasa baru. Lupakan Sakuragi Hanamichi. Di film ini dia cuma karakter pendukung. Lupakan pernyataan cinta Sakuragi pada Haruko dan perjuangannya belajar basket demi cintanya. Lupakan persaingan antara Sakuragi dan Rukawa. Film ini tentang Ryota yang tetap main basket walaupun basket punya kenangan pedih bagi keluarganya.

Mungkin satu-satunya yang kurang buat saya dari film ini adalah semua seiyū berubah. Tapi, perubahan ini pun ada alasannya. Nostalgia, tapi tetap ada yang baru. Mitsui Hisashi suaranya diisi Kasama Jun, Sakuragi Hanamichi diisi oleh Kimura Subaru, Rukawa Kaede oleh Kamio Shiniciro, Gori oleh Miyake Kenta. Ayako diisi oleh Seto Asami, Haruko oleh Sakamoto Maaya. Ibu Ryota suaranya diisi Sonozaki Mie. Ini kedua kalinya saya mendengar Sonozaki Mie berperan sebagai ibu yang punya anak sebagai atlet. Sebelumnya di anime Ao Ashi, Sonozaki Mie juga mengisi suara ibu Aoi. Persamaannya buat saya dua karakter ibu ini sama-sama bikin haru.

Februari 2023


Turunan-Turunan Raja

Mei 2022

Minggu lalu saya menonton film King Richard, sports drama berdasarkan biografi Richard Williams. Jujur, ketika membaca judulnya saya pikir ini film tentang Raja Richard kepala monarki Inggris pada abad lampau ✌🏿

Manusia Kelelawar dan Manusia Badut

Mar 2022

Buat saya, hubungan antarkarakter paling sempurna adalah hubungan antara Batman dan Joker.

Cerita Jani_