Jani Hakim

by Jani Hakim

Menyulam cerita

 

Tentang proyek menyulam cerita

Saya menulis cerpen Kemurungan Taman sekitar akhir tahun 2024. Ide ceritanya tentang kakak-beradik bermain di taman ketika hujan. Cerpennya selesai saya tulis kurang lebih selama tiga minggu, terhitung sejak idenya saya bentuk sampai cerpennya selesai saya tulis. Kemurungan Taman beberapa kali saya kirim untuk lomba cerpen, tapi tak pernah lolos penilaian juri. Saya diamkan file cerpen itu dan membuat tulisan-tulisan lain.

Cerpen itu tidak saya utak-atik sampai teman saya minta dijahitkan sulaman di kemeja berdasarkan cerita saya, terserah cerita yang mana, selama itu cerita saya sendiri. Permintaan yang menantang, dan saya iyakan permintaan itu karena saya butuh duit 😆

Banyak yang saya pelajari dari mengubah cerpen di teks menjadi sulaman. Teman saya tidak memberi tenggat waktu, dan sulaman itu saya kerjakan selang-seling bersama pesanan sulaman yang lain. Pekerjaan yang mencakup menentukan tusuk hias yang akan saya pakai, membiasakan diri menggunakan tusuk hias yang digunakan dalam desain, dan tentu pekerjaan sulamnya. Di luar pekerjaan sulam, termasuk juga menyiapkan buku saku yang jadi bonus pembelian produk sulaman.

Rasanya senang melihat cerita saya berubah bentuk dari teks menjadi sulaman. Dua produk berbeda—teks dan sulaman di kain—dari sumber yang sama, dengan cara konsumsi yang juga berbeda. Dan, secara literal menyulam cerita 😀

Saat ini Kemurungan Taman tersedia dalam bentuk kemeja dan topi, plus bonus buku saku yang berisi cerpen tiap pembelian produk. Setelah Kemurungan Taman, saya berencana menjadikan cerita-cerita saya yang lain menjadi sulaman. Nantikan!


Produk sulaman

by Jani Hakim